Penumpang AirAsia Keluhkan Rute Bangkok Jadi Transit

Penumpang AirAsia

Penumpang AirAsia Keluhkan Perubahan Rute Jakarta–Bangkok Jadi Transit di Kuala Lumpur

Perubahan jadwal penerbangan kembali menjadi perhatian penumpang maskapai AirAsia. Sejumlah pelanggan yang sebelumnya membeli tiket penerbangan langsung dari Jakarta menuju Bangkok harus menerima perubahan rute menjadi transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Perubahan tersebut berdampak pada rencana perjalanan, jadwal cuti, hingga biaya akomodasi yang telah dipesan jauh hari.

Audy Batalkan Liburan Setelah Rute Penerbangan Berubah

Audy (26) mengaku membatalkan perjalanan ke Bangkok setelah menerima pemberitahuan perubahan rute penerbangan. Ia membeli tiket AirAsia pada Maret 2026 untuk keberangkatan 20 Agustus 2026 dengan rute langsung Jakarta–Bangkok.

Namun, pada pertengahan Juni 2026, AirAsia menginformasikan bahwa penerbangan dialihkan menjadi rute Jakarta–Kuala Lumpur–Bangkok. Dalam jadwal terbaru, Audy harus transit lebih dari empat jam di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) sebelum melanjutkan penerbangan menuju Bandara Don Mueang (DMK), Bangkok.

Baca Juga “AS-Meksiko Tersingkir, Harga Tiket Piala Dunia Anjlok hingga 65 Persen

Menurut Audy, perubahan tersebut mengganggu seluruh rencana perjalanan yang telah disusun sejak beberapa bulan sebelumnya. Selain jadwal penerbangan bertambah panjang, ia juga harus menyesuaikan kembali reservasi akomodasi dan agenda liburan.

Proses Refund Tidak Berjalan Sesuai Harapan

Tiket Audy dibeli melalui platform pemesanan daring Agoda. Setelah menerima pemberitahuan perubahan rute, ia mengajukan permohonan pengembalian dana.

Pihak Agoda sempat menawarkan pilihan refund maupun penjadwalan ulang sesuai kebijakan maskapai. Namun, proses tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena salah satu tiket milik Audy telah menerima refund parsial.

Audy menjelaskan bahwa ia membeli tiga tiket untuk rute yang sama. Dua tiket atas nama rekannya berhasil memperoleh pengembalian dana, sedangkan tiket miliknya justru ditolak.

Perbedaan hasil tersebut membuatnya mempertanyakan alasan penolakan karena seluruh tiket dibeli dalam transaksi yang hampir bersamaan.

Layanan Pelanggan Dinilai Belum Memberikan Solusi

Setelah proses refund melalui agen perjalanan tidak membuahkan hasil, Audy menghubungi layanan pelanggan AirAsia.

Ia mengaku hanya memperoleh respons dari sistem layanan yang diduga menggunakan chatbot berbasis kecerdasan buatan. Menurutnya, layanan tersebut belum mampu memberikan solusi yang jelas terkait refund maupun perubahan jadwal penerbangan.

Akibat ketidakpastian tersebut, Audy memilih membatalkan seluruh rencana perjalanan. Ia juga telah lebih dulu membatalkan pemesanan Airbnb karena memperkirakan seluruh dana tiket dapat dikembalikan.

Hingga kini, Audy masih menunggu keputusan akhir terkait pengajuan refund dari pihak maskapai.

Penumpang Berharap Informasi Perubahan Diberikan Lebih Awal

Audy berharap maskapai dapat menyampaikan perubahan jadwal jauh sebelum tanggal keberangkatan.

Menurutnya, perjalanan internasional membutuhkan persiapan yang lebih kompleks dibanding penerbangan domestik. Penumpang biasanya telah memesan hotel, menyusun itinerary, membeli tiket objek wisata, hingga mengatur jadwal cuti sejak beberapa bulan sebelumnya.

Pemberitahuan yang terlambat berpotensi menimbulkan kerugian tambahan di luar biaya tiket pesawat.

Penumpang Lain Mengalami Pengalihan Rute Serupa

Pengalaman serupa dialami Trie (27), yang memesan tiket AirAsia rute Jakarta–Bangkok melalui Traveloka saat program promosi pada Desember 2025.

Trie membeli tiket pulang pergi untuk perjalanan pada 4–8 Oktober 2026. Hampir enam bulan setelah pembelian, ia menerima pemberitahuan bahwa penerbangan langsung diubah menjadi transit melalui Kuala Lumpur.

Dalam jadwal terbaru, perjalanan menuju Bangkok mengharuskan transit selama sekitar satu jam 45 menit. Sementara penerbangan pulang ke Jakarta memiliki waktu transit hingga sembilan jam.

Perubahan tersebut membuat total durasi perjalanan menjadi jauh lebih lama dibanding jadwal awal.

Jadwal Transit Memengaruhi Rencana Perjalanan dan Cuti

Perubahan rute berdampak langsung terhadap agenda pribadi Trie.

Semula, ia hanya mengajukan cuti selama lima hari. Setelah jadwal baru diterbitkan, ia harus menambah satu hari cuti karena waktu transit yang lebih panjang memperpanjang durasi perjalanan.

Meski demikian, Trie memutuskan tetap melanjutkan liburan ke Bangkok bersama kakak dan adiknya.

Ia berharap AirAsia dapat meningkatkan kualitas komunikasi kepada pelanggan, terutama bagi penumpang yang telah membeli tiket jauh sebelum keberangkatan.

Perubahan Jadwal Penerbangan Perlu Disampaikan Secara Transparan

Dalam industri penerbangan, perubahan jadwal atau reroute dapat terjadi karena penyesuaian operasional, efisiensi jaringan, maupun perubahan kebutuhan armada. Maskapai umumnya akan memberikan pilihan berupa perubahan jadwal, pengalihan penerbangan, atau pengembalian dana sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, pengalaman sejumlah penumpang menunjukkan pentingnya komunikasi yang cepat dan transparan agar pelanggan memiliki waktu untuk menyesuaikan rencana perjalanan.

Kasus perubahan rute Jakarta–Bangkok menjadi transit di Kuala Lumpur menjadi pengingat bahwa pemberitahuan dini dan mekanisme kompensasi yang jelas sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Penumpang juga disarankan memahami ketentuan tiket serta kebijakan refund sebelum melakukan pembelian, terutama melalui agen perjalanan daring.

Baca Juga “Harga Tiket Piala Dunia 2026 Ambruk hingga 65% usai Tuan Rumah Berguguran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *